Menu Click to open Menus
Home » Manado » Warga Keluhkan Biaya Pemeriksaan Kesehatan di RS.Ratumbuisang

Warga Keluhkan Biaya Pemeriksaan Kesehatan di RS.Ratumbuisang

(146 Views) July 6, 2017 3:44 am | Published by | No comment

 

MANADO – Ironis. Ratusan tenaga program guru pppgaris depan dari Sulawesi Utara yang harus dibantu malah diduga menjadi korban punggutan liar (pungli). Hal ini terjadi di loket Rumah Sakit RS.Rantumbuisang Manado yang beralamat di Sario.

Maria calon guru garis terdepan asal Kabupaten Kepulauan Talaud mengaku heran karena teman mereka yang mengurus surat berbadan sehat, tes jiwa dan tes narkoba total membayar Rp.550 sekarang sudah harus membayar Rp.550. “Tahun lalu kami bayar satu paket hanya tiga ratus ribu (Rp.300.000) satu paket (tiga surat) sekarang baik hampir seratus persen,” ungkap calon guru yang nantinya akan ditempatkan di daerah terpencil ini dan harus menempuh 1 malam dengan kapal dari kampungnya untuk sampai ke Manado ini.

Bukan itu saja ia dan puluhan rekan-rekan calon guru yang lain harus bolak-balik karena antrean yang panjang dam dokter yang sering masuk hanya dua jam. “Saya datang Senin dokter yang katanya datang jam delapan nanti datang jam 10 lewat sudah begitu jam 11 dia sudah istirahat makan dan jam 12 sudah pulang. Akhirnya harus balik lagi. Ini kan namanya mempesulit masyarakat kami juga jauh,” ujarnya.

Selanjutnya Maria dan kawan-kawan memilih untuk mengurus surat keterangan bebas Narkoba di RS.Bayangkara karena biayanya lebih murah. “Tas Narkoba di Ratumbuisang Rp.200 ribuan kalau di Bayangkara hanya 150 ribu. Begitu juga surat keterangan berbadan sehat di Ratumbuisang Senin 60 ribu sekarang sudah naik jadi 80 ribu dan beda-beda harga. Memang aneh tapi nyata,” urainya.

Senada diungkapkan Irvan warga Manado yang juga mengurus surat keterangan berbadan sehat dan tes jiwa. “Di spanduk dekat loket ada tertulis sesuai Perda (Peraturan Daerah) no.2 tahun 2016 tentang retribusi daerah tes jiwa hanya 150 ribu tapi dan tes kesehatan 50 ribu tapi sekarang yang tes jiwa jadi 200 ribu dan tes kesehatan dari 50 ribu jadi 80 ribu,” keluhnya.

Irvan merasa melakukan markup dan pungli sudah melekat dengan instansi rumah sakit dan pelayanan masyarakat lainnya. “Makanya jangan heran kalau teroris juga semakin banyak dan rasanya karena ketidakpuasan terhadap perilaku pemerintah dan pegawai-pegawai yang suka mempersulit masyarakat,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi pihak RS Ratumbuisang enggan memberikan konfirmasi Direktur Rumah Sakit Ratumbuisang dr Greity Ingrit Giroth, MKes belum berada di lokasi. Bukan itu saja pelayanan loket pemeriksaan yang seharusnya sampai jam 4 sore ternyata jika banyak yang mengurus surat (nonpasien) akan menutup loket pada jam 12 siang.

Categorised in:

No comment for Warga Keluhkan Biaya Pemeriksaan Kesehatan di RS.Ratumbuisang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *