Menu Click to open Menus
Home » Teroris » Sorong-Manado, 38 Menit Pesawat NAM-603 Terkepung Kabut Hitam Dan Kilat

Sorong-Manado, 38 Menit Pesawat NAM-603 Terkepung Kabut Hitam Dan Kilat

(10097 Views) February 5, 2018 11:50 pm | Published by | No comment

MANADO-MANADO AKTUAL-

Sebuah kesaksian yang dituliskan seorang penumpang Pesawat NAM AIR-603 bernama Randa Roah Bramiko, pada Senin, 5 Februari 2018.

Menuliskan cerita dalam 38 menit di atas Pesawat NAM AIR-603 Sorong-Manado dengan tetesan air mata haru dan penuh ucapan syukur atas kemurahan Tuhan sehingga kami masih bisa hidup.

Tangan ini gemetar saat menuliskan setiap kejadian yang kami alami dalam perjalanan penerbangan dari Kota Sorong menuju Kota Manado. Kejadian itu berawal ketika kami sudah mendekati Kota Manado yang hari ini (tgl 5 februari 2018) sedang dalam kondisi cuaca hujan yang extrem dari pagi hingga malam. Pesawat kami memasuki awan gelap yang tebal lalu hujan dengan gemuruhnya kilat. hanya dalam hitungan detik Pesawat kami mengalami gangguan keseimbangan sehingga terjadi manuver-manuver (naik-turun-kanan-kiri) yang membuat suasana saat itu mencekam.

Dengan suara  teriakan, tangisan, doa hingga kepanikan yang luar biasa berlangsung hampir 38 menit. Saat itu saya memeluk erat istri yang duduk disamping saya dan kami menangis berdoa meminta pertolongan memanggil nama Tuhan Yesus dan berdoa ‘Penyerahan’ karna saat itu dipikiran kami bahwa cerita hidup kami akan berakhir hari ini.

Tuhan selalu baik, Dia tidak menutup mata dan telinganya saat kami semua penumpang Pesawat MAM AIR-603 berseru dan berharap dalam suatu teriakan minta tolong agar kami dapat di selamatkan ‘Mujizat dan Kemenangan’ bisa terjadi.

Akhirnya guncangan selama 38 menit itu berlalu, Pilot Prsawat NAM AIR-603 bisa membawa kami landing dengan selamat di Bandara Samratulangi Manado.

Saat selesai mendarat teriakan kegembiraan penumpang bergemuruh dengan ucapan syukur ‘Haleluyah’ ‘Haleluyah’ “Haleluya” itulah seruan kami sambil berpelukan satu sama lain. “Euforia yang selamat dari liang kubur kematian” Ungkap Randa.

Setelah itu semua penumpang mulai turun dan pesawat sudah mulai dalam keadaan kosong, hanya tersisa kami dan pramugari Rara dan Ratih yang saat itu mengajak kami berfoto dan mengucap syukur. Saat kami mulai jalan keluar dari pesawat kami melihat ibu Wanda yang masih shock menangis dengan anak bayinya yang di gendong.

“ibu Wanda ini akan melanjutkan Penerbangan ke Ternate”.

Saat itu kami tidak tega melihat kondisinya sehingga kami menawarkannya untuk pulang bersama kami dan akan membelikan tiket untuk pulang ke ternate kalau keadaan cuaca sudah baik.

Terima kasih kepada Crew, Pilot dan Pramugari Pesawat NAM AIR-603 oleh karna dedikasi, pelayanan dan pengalaman mereka Pesawat bisa landing dengan baik dan selamat.

Akhir dari cerita ‘Kesaksian’ ini dapat di maknai bahwa ‘HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN’ Tuhan Yesus yang kita sembah itu Hidup dan Ajaib.

TUHAN YESUS MEMBERKATI …

(Pae)

Categorised in:

No comment for Sorong-Manado, 38 Menit Pesawat NAM-603 Terkepung Kabut Hitam Dan Kilat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *