Menu Click to open Menus
Home » Ibu Kota » Pengamat : Jokowi Harus Siapkan Pengganti Panglima TNI, Jangan Yang Suka Akrobat Politik

Pengamat : Jokowi Harus Siapkan Pengganti Panglima TNI, Jangan Yang Suka Akrobat Politik

(235 Views) November 12, 2017 12:23 pm | Published by | No comment

Jakarta – MA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki usia pensiun pada Maret 2018 mendatang. Untuk menjamin kesinambungan regenerasi dan program di tubuh TNI, Presiden Joko Widodo diminta segera menyiapkan nama pengganti Gatot.

Direktur Institut Demokrasi & Penggiat Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan‎, Anton Aliabbas, berharap Jokowi lebih cermat dalam meneliti rekam jejak personal dan kinerja bakal calon kandidat Panglima TNI yang akan diajukan ke DPR.

Pasalnya, Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada serentak 2018 dan puncaknya adalah Pemilu serta Pilpres 2019 mendatang.

‎Menurut dia, masa tersebut adalah ujian untuk menguji kepemimpinan dan ketegasan Panglima TNI mendatang dalam menjaga dan memelihara profesionalisme militer.

‎”Karena itu, penting Presiden Jokowi mengajukan kandidat yang terbukti tidak sering melakukan akrobat politik,” kata Anton melalui keterangan tertulisnya Sabtu (11/11/2017).

Anton menuturkan, sosok suksesor Gatot harus mampu menjaga ‘jarak’ dan sangat berhati-hati dengan kegiatan politik praktis. Ia menegaskan, netralitas TNI sepatutnya dijaga selayaknya harga mati yang tak bisa ditawar.

“Sudah semestinya Panglima TNI mendatang lebih terfokus pada dukungan penuh atas agenda Presiden Jokowi membangun poros maritim, dengan bertumpu pada kekuatan angkatan udara dan angkatan laut dengan tidak meninggalkan kekuatan angkatan darat,” papa Anton.

Selain itu, Anton berharap Panglima TNI ke depan juga harus mampu menunjukkan kemampuan, komitmen dan integritas untuk membangun profesionalisme militer.

“Serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran militer termasuk pengadaan alutsista,” ‎ucapnya.

Lebih lanjut, Anton meminta Jokowi kembali mendukung proses pergantian Panglima TNI secara bergiliran.

Menurutnya, pola rotasi itu mengacu pada Pasal 13 (4) UU TNI yang menyebut “Jabatan Panglima sebagaimana dimaksud pada ayat (3) bahwa dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan”.

“Selain itu, pola rotasi jabatan ini akan semakin menumbuhkan rasa kesetaraan dalam TNI rasa setara ini akan menjadikan aspek kesatuan antarmatra lebih baik,” kata Anton. (kricom)

Categorised in: ,

No comment for Pengamat : Jokowi Harus Siapkan Pengganti Panglima TNI, Jangan Yang Suka Akrobat Politik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *