Menu Click to open Menus
Home » Internasional news » Makanan Indonesia dipertanyakan nasionalismenya

Makanan Indonesia dipertanyakan nasionalismenya

(231 Views) December 8, 2016 1:33 am | Published by | No comment

2a29f74da40fb1eb49df8dd32d579dab

Oleh Rosalind Hewett (Australian National University)

Bagi teman-teman yang gila makan (hahaha) tulisanku kali ini sedikit membahas tentang asal muasal makanan khas Indonesia, apa sih sebenarnya ‘makanan khas Indonesia’? Beras sebenarnya berasal dari Tiongkok atau India, tapi selama ribuan tahun ditanam di Jawa (mungkin dibawa oleh nenek moyang orang Indonesia (Austronesia) yaitu dari Taiwan/Tiongkok selatan).

Di beberapa tempat di Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Utara, VOClah yang memaksakan orang-orang menanam beras bagi kapal-kapal VOC yang menuju Ambon. Memang sebenarnya beras ada di Jawa sebelum jaman VOC tapi sebetulnya beras berasal dari luar, ada kemungkinan besar dibawa pedagang Tionghoa atau India dan kalau bukan orang Austronesia. Kalau jagung (perkedel jagung)? Dibawa orang Spanyol dan orang Portugis dari Amerika. Ketimun? Dibawa dari Asia Selatan. Kentang (perkedel kentang)? Dibawah dari Amerika Latin. Pepaya? Dibawa dari Amerika Latin. Singkong? Dibawa dari Amerika Latin. Pisang? Aslinya ditanam di Papua New Guinea. Cabai/rica? Orang Portugis yang bawa dari Meksiko. Tomat? Orang Portugis dan orang Spanyol yang bawa dari Amerika Latin. Martabak? Orang Arab yang bawa dari Timor Tengah dan bikin versi Indonesia. Kedelai (yang dipakai untuk membuat tempe/tahu/kecap manis) sebenarnya berasal dari Tiongkok/Korea/Jepang.

Bawang putih kemungkinan besar berasal dari Asia Tengah (Turkmenistan dll). Bakso? Sepertinya berasal dari Tiongkok (kata ‘bakso’ itu dari bahasa Hokkien). Sate? Menurut mitos sate berasal dari India dan Timur Tengah sebagai versi kebab, karena sate baru mulai muncul setelah banyak orang India dan Arab berimigrasi ke Jawa pada jaman kolonial. Saus kacang (dipakai di sate dan gado-gado)? Kacang tanah berasal dari Argentina/Amerika Latin.

Rendang? Rempah-rempah yang dipakai di rendang sebenarnya berasal dari luar: jahe dari Cina, kunyit dari India. Daun sere dan daun salam yang dipakai di nasi kuning berasal dari Indonesia tapi yang membuat dia berwarna kuning itu sebenarnya kunyit dari India.

Pada tahun 2014 pemerintah Indonesia memutuskan bahwa tumpeng adalah sajian nasional resmi. Tapi aslinya tumpeng itu dari mana sebenarnya? Nasi kuning (pengaruh Tiongkok dan India), rendang (pengaruh Tiongkok, India, Meksiko dan Asia Tengah), sate (pengaruh India, Arab dan Argentina), gado-gado (pengaruh Tiongkok dan Argentina), tempe orek (pengaruh Tiongkok/Korea/Jepang), perkedel kentang dan jagung (pengaruh Amerika Latin), sambal (pengaruh Amerika Latin), ketimun (pengaruh Asia Selatan).

Yang asli dari pulau-pulau Indonesia? Serai, lemon (yg kecil), kangkung, kayu manis, pala, ubi (yang sejenis sweet potato, bukan cassava), pandan dan kelapa.

Jadi apa kesimpulannya? Makanan khas Indonesia menggambarkan sejarah perdagangan internasional selama ribuan tahun di pulau-pulau Indonesia yaitu ribuan tahun bercampur-campur. Sebenarnya Indonesia tidak pernah tertutup kepada orang-orang asing, contohnya sejak dulu bahan-bahan yang dibawa orang asing akhirnya menjadikan makanan di Indonesia rasa lebih enak.

Categorised in:

No comment for Makanan Indonesia dipertanyakan nasionalismenya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *