Menu Click to open Menus
Home » Crime news » Main proyek 75 Milyar Walikota Cimahi dan suaminya Jadi Tersangka KPK

Main proyek 75 Milyar Walikota Cimahi dan suaminya Jadi Tersangka KPK

(109 Views) December 2, 2016 12:49 am | Published by | No comment

img-20161202-wa0033

Jakarta – MA –  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menjelaskan kronologi penangkapan Wali Kota Cimahi, Atty Suharti pada Kamis (1/12/2016) pukul 20.00 WIB yang diduga menerima suap terkait ijon dari pembangunan tahap dua Pasar Atas Baru Cimahi senilai Rp 57 miliar.

Dia menjelaskan, dari penangkapan tersebut tim Satgas KPK amankan 7 orang yang diduga melakukan praktik suap di rumah pribadi Wali Kota Cimahi. Empat orang dinaikan statusnya menjadi tersangka, sedangkan tiga orang lainnya masih sebagai saksi.

“Yang ditetapkan sebagai tersangka diantaranya Wali Kota cimahi bernama Atty Suharti (AST), dan suaminya yang juga mantan Wali Kota sebelumnya yang sudah menjabat dua periode yakni Muhammad Itoc Tochija (MIT) serta dua orang pengusaha,” paparnya dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jumat (2/12/2016) malam.

Atty dan suaminya ditetapkan sebagai penerima suap, sementara pengusaha Triswara Dhani Brata (TDB) dan Hendriza Soleh gunadi (HSG) ditetapkan sebagai pemberi suap sebesar Rp 500 juta.

“Terhadap 2 orang sopir dan 1 ajudan Ibu Wali Kota masih saksi ya,” tegasnya.

Basaria melanjutkan, Dhani Brata dan Hendriza diamankan sesaat setelah ke luar dari rumah pribadi Atty. “Mereka memberikan sesuatu kepada wali kota,” imbuhnya.

Menurutnya, Itoc diduga telah memperdagangkan pengaruhnya dalam semua tindakan-tindakan proyek Cimahi. “Boleh dikatakan keduanya selalu melakukan hubungan. Dalam pelaksaan proyek selalu Itoc selaku suami yang melakukannya, sedangkan istrinya hanya menandatangani saja,” jelasnya.

Sementara pihak yang diduga menjadi perantara suap masih dalam pengejaran. “Karena penyidik sudah mengamankan buku tabungan dengan tarikan uang Rp 500 juta yang dalam perjanjiannya mereka akan menerima Rp 6 miliar,” lanjutnya.

Atas perbuatannya, untuk penerima suap yakni Atty dan Itoc disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) dan huruf (b) serta Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sedangkan untuk Triswara Dhani Brata dan Hendriza Soleh gunadi yang berperan sebagai pemberi suap disangkaan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (a) dan huruf (b) dan Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP. (Kriminalitas)

No comment for Main proyek 75 Milyar Walikota Cimahi dan suaminya Jadi Tersangka KPK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *