Menu Click to open Menus
Home » Internasional news » Kumpulan komplain turis di Manado

Kumpulan komplain turis di Manado

(4125 Views) December 4, 2016 12:43 pm | Published by | 2 Comments

Kota ManadoIni adalah beberapa kumpulan komplain dan masukkan para turis yang datang ke Manado, ini sebetulnya bukanlah sebuah kritikan namun sebuah masukan positif yang kiranya dapat membantu pemerintah, pengusaha dan masyarakat yang lagi berusaha agar Manado dan sekitarnya menjadi kota pariwisata yang lebih baik. Hal ini penting karena saat ini Manado adalah tujuan pariwisata untuk orang Tiongkok yang ke Indonesia.

  1. Menantu saya (orang Australia) pernah berkunjung ke manado, dia memang termasuk yang suka jalan kaki saat menikmati liburan. Saat itu dia jalan kaki melewati jalan boulevard sendirian, tiba-tiba ada beberapa orang yang lagi minum-minum (BAGATE) minta dia berhenti dan menuangkan minuman mereka dan  memaksa dia untuk minum. Walaupun dia tidak bisa berbahasa Manado, namun dia tahu bahwa minuman itu minuman keras. Sejak hari itu dia memutuskan untuk tidak lagi jalan sendiri dan kurang begitu suka kembali ke Manado. Keamanan dan kenyamanan adalah hal yang paling penting untuk berbenah menjadi kota pariwasata.
  2. Anak-anak kecil di Manado suka sekali memanggil para turis yang lagi jalan dengan sebutan ‘bule-bule’ atau ‘bule minta doi dang’, biasanya mereka juga suka ikut bersama-sama dengan para turis ini saat mereka jalan, ini mungkin terlihat biasa namun hal ini benar-benar tidak disukai, karena hal ini membuat mereka seperti merasa takut dan rasa aneh. Di Bali dan Jogja menurut mereka tidak merasakan seperti ini, biasanya mereka ingin seperti masyarakat biasa yang tidak jadi bahan perhatian. Mungkin sebaiknya pemerintah kiranya dapat menginformasikan kepada masyarakat jika melihat orang asing kecuali mereka menawarkan untuk dibantu.
  3. Banyak warga Manado biasanya hanya ingin mengambil foto tanpa ingin bicara basa-basi, mungkin hal ini karena perbedaan bahasa, ada beberapa turis yang bilang kepada saya mereka seperti hanya sebagai bahan eksploitasi saja tanpa mau berteman.
  4. Toilet di fasilitas umum kurang baik dan kurang bersih, mungkin Singapura adalah salah satu contoh yang baik untuk hal ini.
  5. Di Google Maps masih kurang berfungsi mengenai informasi kota Manado. Kadang-kadang menjadi kesulitan untuk mendapatkan tempat yang mereka akan tuju. Fasilitas ini sebetulnya dipakai mereka untuk keamanan.
  6. Teman saya yang orang Jakarta waktu itu berbelanja jeans, dia meminta agar dapat diambilkan nomor yang lebih kecil, secara spontan karyawan langsung mengatakan tidak ada, namun dia memutuskan mencari sendiri dan akhirnya ditemukan. Hal ini menjadi menarik karena dia memutuskan menjadi seperti secret shopper, jadi meneliti para karyawan rumah makan dan toko-toko di Manado, akhirnya di beberapa rumah makan disimpulkan minuman tidak dibawa sampai selesai makan, karyawan kurang begitu ramah, dan beberapa karyawan toko kurang begitu ingin mencari apa yang diingin konsumen. Kurang juga bisa berbahasa Inggris dan Mandarin.
  7. Masih tetap kurang penerbangan langsung ke luar negeri, di Sydney sendiri pemerintah bekerjasama dengan kapal-kapal pesiar untuk parkir dan menikmati kota Sydney, bayangkan saja 1 kapal pesiar itu memuat 3000-6000 turis.  Konsep pariwisata dimulai dari penerbangan langsung luar negeri.
  8. Masih susah menemukan rumah makan yang rasanya asli seperti di luar negeri, tidak ada rumah makan yang menyediakan menu vegetarian dan menu masih kurang dalam bahasa Inggris atau Mandarin.
  9. Turis sebetulnya kurang menemukan peninggalan bangunan-bangunan tua atau tradisi lokal, selain itu khas Manado kurang ditemui di jalan-jalan.
  10. Mereka kaget beberapa tempat wisata tidak ada tagihan masuk atau telalu murah.
  11. Orang Manado perlu diajak menulis di website agar memudahkan turis menemukan tempat yang diinginkan di manado, di kota-kota pariwisata lain sangat mudah menemukan dari tulisan-tulisan masyarakat lokal di website website mengenai sejarah atau lokasi-lokasi yang menarik di kota tersebut.
  12. Kurangnya fasilitas pariwisata seperti bus jalan-jalan kota (City Sightseeing Bus), petunjuk jalan dengan bahasa Inggris dan Mandarin.
  13. Saya yang tinggal di Australia tidak pernah melihat iklan di TV mengenai tempat tujuan kota-kota pariwisata di Indonesia, tidak seperti yang dilakukan oleh Singapura, Malaysia, Filipina, Fiji, Maladewa dan Thailand disini. Mereka berlomba-lomba memasang iklan di TV di sini. Saya kurang begitu tahu di Tiongkok, apa pemerintah memasang iklan pariwisata ke Manado disana?
  14. Di negara lain, pemerintah mereka memberikan subsidi kepada agen-agen travel mereka untuk benar-benar mendukung pariwisata.
  15. Di Australia sendiri, pemerintah Thailand dan Malaysia dan beberapa negara tujuan pariwisata memberikan subsidi kepada rumah-rumah makan mereka untuk dibuka sebanyak-banyaknya agar secara langsung menawarkan dan mencitrakan tempat tersebut. Sebab selain tempat yang indah biasanya para turis datang karena ingin merasakan makanan-makanan di tempat itu.

Mungkin pemerintah dan masyarakat Manado dan sekitarnya juga perlu membaca komentar-komentar para turis lokal, apalagi turis manca negara yang memang sangat hobi menuliskan komentar-komentar mereka di website turis mengenai kota tersebut.

Mudah-mudahan tulisan ini berguna bagi pemerintah dan masyarakat di Manado dan sekitarnya.

Salam torang samua ciptaan Tuhan.

Andika Mongilala (Sydney, Australia)

 

2 Comments for Kumpulan komplain turis di Manado

  • Peter Ponto says:

    Bule musti menyesuakan diri kalau ke Manado, banyak juga bule yang suka gaya Manado yang Rama ingin memanggil bule membaur,kalau bule dari Australia itu,tidak bisa bergamot ya tinggal jo di Australia ndak usa bajalan jalan, he need to learn how to apply cross culture communication

  • jan oroh says:

    Masukan yg bagus skaliini penting utk diperhatikan dan segera di action oleh pemda sulawesi utara n smua kabupaten /kota utk buat perencanaan pengembangan wisata secara terpadu sbab kota punya asset alam n budaya yg unik n menarik.percayalah pasti bisa n bethasil.minaesa loor,pakatuan wo palalowiren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *