Menu Click to open Menus
Home » Ibu Kota » Kisah Daniel Maukar Putra Kawanua Ngebom Istana Presiden

Kisah Daniel Maukar Putra Kawanua Ngebom Istana Presiden

(313 Views) November 20, 2016 12:47 am | Published by | No comment

fb_img_1479602454357

Seorang pemuda asal  MINAHASA gagah berani bernama lengkap Daniel Alexander Maukar membuat dunia tercengang. Segenap bangsa Indonesia dibuat panik oleh aksi berani, patriotik, dan gentleman dengan semangat membara keminahasaannya.
SUATU pagi cerah, Rabu 9 Maret 1960, sekitar jam 9.00 WIB, pilot muda ini tampak hilir mudik gelisah di depan hanggar pesawat Lanud Hussein Sastranegara, Bandung.

Daniel Alexander Maukar akrab dipanggil Daantje, tampak berjalan ke arah pesawat tempurnya. Beberapa kali ia memeriksa kanon berisi peluru ukuran 23 mm di pesawat Mig-17.

Lelaki tampan, tegap, berkaca mata hitam ini berkali-kali mengusap jambul rambutnya. Sesaat sebelum naik ke pesawat, tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan memanggilnya.
“Daantje…,” suara Molly Mambo, gadis cantik asal Kawanua.

Daantje pun menoleh dan langsung mendapati kecupan bertubi-tubi dari pujaan hatinya. “I love you,” kata Molly. Daantje membalas kecupan Molly dengan bibir tersenyum, katanya lembut, “I love you, too Molly…”.

LALU ia melompat ke cockpit Mig-17, pesawat tempurnya untuk menjalankan misinya. Daantje, pilot terbaik yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Catatan manuvernya dibawah sedikit dari kepiwaian pilot Leo Wattimena pentolan terbaik Amerika Serikat. Kemampuan bermanuver pemuda Minahasa ini, banyak membuat kagum petinggi AURI (Angkatan Udara RI) saat itu. Ia mampu memanuver pesawat tempur dalam kecepatan tinggi hanya berapa meter di antara pepohonan kelapa.

PAGI itu, sebagai seorang prajurit AURI, Daantje akan melaksanakan petualangan teramat penting dalam perjalanan hidupnya. Sementara di Istana Merdeka Jakarta, Presiden Soekarno tengah membaca laporan harian dari beberapa menterinya. Bung Karno bahkan sempat bercanda dengan Achmadi dan berteriak-teriak pada Kolonel Sugandhi agar segera menyiapkan keperluannya.

TERBILANG lama, Bung Karno duduk di kursi kayu di depan teras istana. Hatinya gundah entah didera kegelisahan apa. Hari ini, seperti ada yang lain,- yang tidak seperti pagi-pagi sebelumnya. Berkali-kali Presdien berpengaruh ini mendongak kepala melihat jam tangannya. Sementara Daantje dengan Mig 17 sedang melesat menembus angkasa raya Kota Bandung. Pemuda ini sedang menuju Jakarta mengincar Istana Negara. Tak seberapa lama, Bung Karno beranjak ke gedung DPA yang hanya berdampingan dengan Istana Negara. Ia diikuti beberapa ajudan perwira menengah dan bintara DKP (Detasemen Kawal Presiden).

BELUM seberapa lama Bung Karno beranjak dari kursi kesayangannya, Daantje dengan keakuratan luar biasa mampu menembus Istana Negara. Tiba-tiba suara desing tembakan seperti mitraliur dari pesawat tempur mengenai kursi yang barusan diduduki Bung Karno. “Duarrrrr… tret..tet..tet.tet..tet.., kursi Presiden yang masih panas diduduki Bung Karno pun hancur berkeping-keping. Tembakan juga menghantam pilar Istana, dan salah satu pilar jatuh dekat meja kerja Presiden Soekarno.

Lalu ia melesat ke arah utara, menembaki kilang penyimpanan minyak di Tandjung Priok, Duarrrrttttt….., dalam hitungan menit, dua kilang minyakpun terbakar hebat.

Setelah dua lokasi vital itu, Daantje membawa pesawatnya dengan kecepatan tinggi ke arah Kota Bogor. Tak dinyana, busyeeeet dia juga nekat membombardir Istana Bogor. Sontak aksi berani Daantje Maukar menyita perhatian dunia, bersamaan pengaruh Presiden Soekarno di mata internasional melejit sangat luar biasa.

DEGUB jantung Indonesia sempat terhenti oleh insiden nekat Daantje Maukar. Di AURI sendiri tengah gaduh keributan karena semua tau pilot pengendara Mig-17 itu Daantje Maukar. “Tiger…. Tiger.. Tiger,” teriak mereka tak menyangka pilot terbaik Indonesia berani senekat itu. Tiger adalah call-sign milik Daantje Maukar di AURI saat itu.
“Sebuah pesawat udara terbang rendah menjatuhkan bingkisan mautnya tepat di kursi biasa aku duduk. Rupanya Tuhan tengah menggerakan tangan-Nya untuk melindungiku,” kenang Soekarno soal peristiwa itu dalam buku biografinya yang ditulis Cindy Adams.

SEUSAI melaksanakan misinya, dari atas pesawat Daantje tersenyum kecil, lalu mengarahkan pesawatnya ke selatan. Ia mendarat darurat di tengah persawahan Garut, Jawa Barat. Dan aksi inilah yang bikin tercengang kedirgantaraan internasional, bahwa hanya pilot jempolan yang bisa bikin hard-landing seperti itu. Dan pilot satu-satunya yang bisa hanya Daantje Maukar.

Di persawahan Garut itu, Daantje-pun keburu tertangkap pasukan TNI. Berakhirlah petualangan hebat pilot muda jagoan AURI ini.

JENDERAL AH Nasution berlari-lari ke kamar kerjanya dari ruang rapat saat mendengar usaha pemboman Istana Negara. Sementara Jenderal Ahmad Yani memanggil seluruh panglima dan memerintahkan, siapkan pasukan paling cepat yang bisa mengamankan ibukota Jakarta.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur semua kondisi siaga. Beberapa daerah lain juga tampak panic. Setelah tau Bung Karno selamat dari insiden pembunuhan, Jenderal AH Nasution boleh bernapas lega.

BEBERAPA minggu kemudian, Daantje digiring ke ruang sidang militer. Ia tidak sendirian. Bersama Sam Karundeng, tokoh Permesta di Jakarta, Daantje menjalani sidang militer. Saat persidangan, Daantje mengaku tak berniat membunuh Bung Karno.

“Bagaimana saya bisa membunuh orang yang jadi idola saya,” ujar Daantje. Ia mengaku, menembak Istana Negara saat tidak ada bendera kuning emas sebagai tanda Presiden berada di tempat.

Dulu ada kode Kepresidenan RI, tanda bendera kuning emas yang terpasang di depan Istana menandai Presiden berada di Istana. Mungkin aksi hebat Daantje dilatari karena tertarik konsep Permesta untuk melawan Bung Karno yang dituding sudah disetir Komunis. Saat sidang, Daantje tidak dibenci, ia malah dipuja banyak wanita. Keberaniannya sebagai lelaki, membuat banyak perempuan jatuh hati.

SIDANG Mahkamah Militer (Mahmil) memutuskan Daantje Alexander Maukar divonis hukuman mati oleh hakim militer. Setelah mendengar vonis hukuman mati, Daantje sebagai prajurit berdiri dan memberi hormat.

Baginya merah putih tetap di dada. Dia hanya mengoreksi ketimpangan pemerintahan dengan caranya sendiri, tapi bukan berkhianat kepada negara.

Singkat cerita, Daantje Maukar boleh bebas dari hukuman mati, setidaknya peran Rima Melati yang saat itu artis ibukota. Rima Melati bernama asli Marjolein (Lientje) Tambayong, teramat menyukai Daantje. Berkali-kali ia berkunjung ke sel tahanan sekadar bertemu dan berbicara saja.

“Cobalah kamu minta maaf dengan Bung Karno,” kata Rima membujuknya. Daantje hanya tersenyum, dan dia menolak.

“Bagi saya ini prinsip,” kata lelaki kelahiran Kota Bandung, 20 April 1932 dari pasangan Karel Herman Maukar dan Enna Talumepa.

Sementara di Istana Negara, Bung Karno tersenyum lebar mendengar Daantje menolak minta maaf. “Aku suka anak ini. Ia masih muda dan punya masa depan,” ujar Bung Karno.

ATAS kuasa Presiden Soekarno, hukuman pecat dari AURI dan hukuman mati terhadap Daniel Alexander Maukar alias Daantje, akhirnya dicabut. Dia hanya mendekam di penjara selama 8 tahun, dengan menerima dana pension dari negara. Setelah krisis politik 1968, Daantje-pun menghirup udara bebas dari penjara.

fb_img_1479602459895

MENARIKNYA tersiar kabar pemboman Istana Presiden yang didiami Bung Karno, terkait seorang gadis cantik bernama Molly Mambo. Kabarnya Bung Karno senang menggoda Molly yang bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di samping mengajar senam. Daantje mengaku sempat bertunangan dengan Molly tapi tak sampai ke pernikahan.

“Penyerangan ke istana itu, tidak ada sangkut pautnya dengan Molly,” akunya.
Pemuda Minahasa ini terus dikenang sebagai pilot petualang paling hebat di Indonesia. Daantje dikenal satu-satunya pilot Indonesia yang berani menyerang Istana Presiden.

Lolos dari hukuman mati, kata Daantje, sebagai mukjizat besar. Karenanya dia lebih menghargai hidupnya sebagai tanda syukur selepas dari penjara.

Sisa hidupnya, Daantje bekerja di ladang Tuhan sebagai pendeta. Pekerjaan kerohanian itu terus ditekuninya hingga tutup usia tahun 2007 di Jakarta pada usia 72 tahun.

Hanya satu yang dibutuhkan membuat hidup berubah haluan 180 derajat, yaitu nekat. Hasilnya ditentukan cara melakukan kenekatan itu.

(berbagai sumber)

Categorised in: ,

No comment for Kisah Daniel Maukar Putra Kawanua Ngebom Istana Presiden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *