Link Banner
Menu Click to open Menus
Home » Crime news » Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Sadis Di Pulomas

Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Sadis Di Pulomas

(204 Views) December 29, 2016 3:25 am | Published by | No comment

unduhan-2

Jakarta – MA – Rumah mewah berpagar besi dengan type  tiga lantai itu berada di kompleks permukiman elite, Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur. Tembok setinggi 3 meter memagari pandangan rumah tersebut. Lahan parkir di dalam cukup untuk menampung empat mobil. Kondisinya kini disegel setelah polisi menyelidiki pembunuhan sadistis kemarin pagi.

Pemilik rumah itu adalah Dodi Triono, 59 tahun. Ia dan anggota keluarganya menjadi korban pembunuhan, setelah hampir 19 jam dikurung di dalam kamar mandi berukuran sempit. Ketua RW setempat, Gani, mengenang Dodi sebagai sosok yang ramah dan terbuka. Terlebih bagi penduduk di sekitar perumahan. “Dia itu ketua RT,” ujar Gani, Selasa, 27 Desember 2016.

Menurut Gani, rumah yang dihuni Dodi merupakan hunian sementara. Sebab, Dodi dan keluarga besarnya tengah menyelesaikan renovasi rumah lamanya. Rumah Dodi berada di perumahan Pulomas Residence, tak jauh dari rumah yang ditempatinya saat pembunuhan. “Kondisi penyelesaiannya mungkin baru mencapai 80 persen,” kata Gani


Polisi berjaga di depan rumah Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 27 Desember 2016. (ANTARA|Muhammad Adimaja)

Tak banyak yang diketahui Gani ihwal latar belakang Dodi. Ia hanya mengenal Dodi sebagai pengusaha sukses yang bekerja di sebuah biro arsitek. Deretan mobil mewah terparkir di halaman rumahnya. Warga sekitar bahkan berseloroh bahwa Dodi merupakan ketua RT paling kaya se-Jakarta Timur. “Dia punya tiga Lamborghini,” tuturnya.

Di mata para sahabatnya, Dodi dikenal sebagai sosok yang menyenangkan. Alumnus Jurusan Arsitek Fakultas Teknik Universitas Indonesia itu banyak menangani proyek-proyek properti berskala besar. “Dia itu bergerak di bisnis properti. Yang saya tahu, dia pengusaha sukses,” ujar salah seorang teman kuliah Dodi, Sarjono, saat ditemui di rumah tersebut.

Sarjono mengaku baru bertemu Dodi kembali dalam acara reuni sesama alumni Jurusan Arsitek UI pada Jumat, 23 Desember 2016, di sebuah pusat belanja. Dodi, kata Sarjono, tak berbaur dengan rekan-rekannya. “Terakhir, kemarin saat reuni di FX Sudirman, dia lebih banyak diam,” katanya.

Adik ipar Dodi, Dewi, membenarkan aktivitas Dodi sebagai pengusaha di bidang properti. Bahkan, menurut Dewi, Dodi baru saja memenangi tender proyek Gelora Bung Karno (GBK). “Dia pemimpin proyek di Senayan, tapi izinnya belum keluar,” ujarnya.

Dalam peristiwa ini, sebelas orang disekap di dalam kamar mandi berukuran 2 x 1 meter. Sebanyak enam orang di antaranya tewas, diduga karena kekurangan oksigen. Lima orang yang selamat menjalani perawatan di rumah sakit.


Petugas membawa jenazah korban pembunuhan di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 27 Desember 2016. (ANTARA|Muhammad Adimaja)

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan polisi masih menyelidiki kejadian tersebut dengan mempelajari rekaman closed-circuit television(CCTV) dan keterangan para saksi. Rekaman tersebut bakal memandu polisi untuk mengetahui kronologi kejadian dan menelusuri jejak pelaku. Polisi menduga pelaku pembunuhan berjumlah 3-4 orang. “Tim masih melakukan penyelidikan,” ucapnya saat menyambangi lokasi kejadian, kemarin.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan peristiwa pembunuhan baru diketahui Selasa pagi, ketika Sheila, teman dari putri Dodi, Diona Arika Ananda Putri, datang ke rumah itu. Sheila datang ke situ karena, dari Senin sore, Diona tak kunjung merespons sambungan telepon dan pesan instan untuk membicarakan rencana pergi bersama. Saat berada di depan pagar rumah, tak satu pun penghuni yang menyahut salamnya. Sheila lantas berinisiatif masuk rumah karena kondisi pagar rumah dan pintu tak terkunci.

Ketika berada di dalam rumah tersebut, Sheila mendengar suara rintihan dari dalam kamar mandi. Suara itu membuatnya takut. Sheila lalu lari ke luar rumah untuk meminta bantuan petugas keamanan dan kepolisian setempat. Polisi yang datang tak lama setelah menerima laporan itu mengecek kondisi kamar mandi dengan cara mendobrak pintu. “Setelah dibuka, ada sebelas orang di dalam kamar mandi,” kata Argo.

Enam korban tewas adalah Dodi Triono, 59 tahun; Diona Arika Ananda Putri (16); Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, teman Gemma; serta Yanto dan Tasrok, sopir Dodi. Sedangkan lima korban yang masih hidup adalah Emi, Zanette Kalila, Santi, dan dua asisten rumah tangga bernama Fitriani dan Windy. Semua jasad korban kini berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan visum dan autopsi.


Mantan istri Dodi Triono, Almyanda Saphirra, ibu dari Diona Arika Ananda Putri, di Rumah Sakit Kartika, Jakarta, Selasa, 27 Desember 2017. (Tempo|Ammy Hetharia|Magang)

Polisi belum bisa menentukan motif yang melatari pembunuhan tersebut. Dugaan perampokan juga belum bisa dipastikan karena tak ada barang yang dibawa para pelaku dari dalam rumah. Penyelidikan kasus baru akan tuntas setelah polisi menggali keterangan dari para korban yang masih selamat.

Dugaan waktu pembunuhan dijelaskan Rosi, ibu kandung Amel. Menurut dia, penyekapan itu terjadi tak lama setelah ia berkomunikasi dengan anaknya pada Senin siang. Selepas pukul 14.00, Rosi berusaha menghubungi kembali anaknya. Namun telepon selulernya tak bisa lagi dihubungi. “Sorenya saya menghubungi anak saya, enggak bisa,” kata Rosi sambil menangis lemas.

Tempo

Categorised in:

No comment for Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Sadis Di Pulomas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *