Bekuk Dua Jaringan Narkoba Asal Tarakan, Ditnarkoba Polda Sulut Amankan 879,58 Gram Narkoba Jenis Sabu Sabu

Dua Orang Tersangka Pengedar Narkoba Jaringan Tarakan Yang Di Bekuk Ditnarkoba Polda Sulut Saat Konferensi Pers Di Mapolda Sulut.

Manado, INewscrime.com- Prestasi gemilang ditorehkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) berkat keberhasilan personilnya membongkar jaringan pengedar narkotika jenis sabu yang masuk di Kota Manado.

Disampaikan oleh Kapolda Sulut Irjen (pol) Bambang Waskito pada jumpa pers di Mapolda Sulut, Senin (30/4/2018) sebanyak 879,58 gram sabu-sabu berhasil diamankan dari tangan dua tersangka, masing masing berinisial GG (48) karyawan swasta dan S (39) petani. Dua orang tersebut merupakan warga Tarakan, Kalimantan Utara.

 

Kapolda Sulut Irjen (Pol) Bambang Waskito Didampingi Dirnarkoba Dan Kabid Humas Polda Saat Konferensi Pers Penangkapan Pengedar Narkoba

Mereka ditangkap di Kamar 102 Hotel Kolongan Beach Indah kamar Rabu (25/4/2018). Hal itu terungkap setelah anggota Subdit Satu Ditresnarkoba Polda Sulut dipimpin AKBP Agus Pelealu melakukan serangkaian penyelidikan dan undercover buy (pembelian terselubung).

Di katakan oleh Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito dalam sejarah penangkapan pelaku narkoba barang bukti yang ditemukan dalam kasus ini sangat mengagetkan.

“Ini yang sangat mengagetkan kita semua, yaitu kita dapatkan barang bukti sebanyak 879,58 gram dari dua tersangka.Penemuan ini akan saya kembangkan terus. Tidak akan berhenti sampai disini supaya betul-betul tau jaringan-jaringan ini,” ujar Kapolda Sulut didampingi Direktur Res Narkoba Kombes Ricko Taruna Mauruh dan Kabid Humas Kombes Ibrahim Tompo.

Dijelaskan oleh Kapolda pelaku narkoba ini merupakan kiriman atau jaringan dari Kalimantan Timur, yang masuk lewat kapal, menyusuri jalan darat dari Makassar, Gorontalo dan akhirnya ditangkap di Manado.

“Ini merupakan prestasi terbesar selama saya disini (Sulawesi Utara) untuk penangkapan khususnya narkoba yang barang buktinya seberat 879, 58 gram. Ini tentunya akan kita proses sampai tuntas sekaligus menambah semangat bagi anggota saya untuk mengungkap jaringan,” ujar kapolda.

Dua tersangka terancam dijerat dengan Ayat (2) Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 dengam pidana penjara mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun serta Pasal 112 ayat (1) pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (Fon)